Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 31 Januari 2011

contoh makalah tentang gizi anak sekolah

GIZI ANAK SEKOLAH

DISUSUN OLEH:

  AAN DWI KURNIAWAN         (C2009001)
  BAYU ADI YOGA             (C2009014)
   DWINANDA ICHWAN          (C2009026)




PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
SURAKARTA
2010




BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti,absobsi,transportasi,penyimpanan,metabolism dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ,serta menghasilkan energy.
Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi,yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,tumbuh kembang dan produktif.Oleh karena itu,setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan.
Makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan.apalagi untuk anak dalam masa sekolah,makanan merupakan sumber untuk membuat anak cerdas.
Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO (World Healt Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk itu keduanya diperhatikan detile untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya.inilah yang mendorong kami untuk member makalah tentang gizi anak sekolah.(istiqomah,2008)


B.TUJUAN

Mahasiswa mampu mendiskripsikan tentang gizi anak sekolah
Mahasiswa mampu menjelaskan faktor yang perlu diperhatikan mengenai gizi anak sekolah
Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan status gizi dan prestasi belajar siswa
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang hal yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan

BAB II
PEMBAHASAN
A.Gizi Anak Sekolah
Pada golongan usia ini (6-12 tahun),gigi susu sudah tanggal dan berganti dengangigi permanen.Anak sudah lebih aktif memilih makanan yang disukai atau disebut konsumen aktif.berbeda dengan umur sebelumnya yang masih tergantung denga orang tua yang menyediakan makanan.
Anak sekolah biasanya mempunyai kebiasaan jajan makanan tinggi kalori yang rendah serat,sehingga sangat rentan terjadi kegemukan atau obesitas.
Kebutuhan energy anak sekolah(10 – 12)lebih besar dari pada sebelumnya karena pertumbuhan lebih cepat,terutama penambahan tinggi badan.
1.Anak Usia Sekolah
       Cirinya :
masa pertumbuhan masih yang cepat sangat aktif.
masa belajar : kerja otak
HARUS mendapat makanan yang bergizi dalam kuantitas dan kualitas yang tepat.

Faktanya :
dijumpai adanya masalah gizi kurang pada anak sekolah, lingkungan fisik yang buruk dengan sanitasi lingkungan dan sosial ekonomi yang jelek, yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan anak yang optimal. Diperberat lagi dengan perilaku keluarga yang tidakmembiasakan memberi makan kepada anak sebelum berangkat sekolah.(GDH,SUYATNO,1995)


2. Pertumbuhan dan Perkembangan  anak usia Sekolah Dasar:

Jasmani : Periode ini disebut periode memanjang  secara fisik fungsi organ otak mulai terbentuk mantap sehingga perkembangan kecerdasannya cukup pesat.
Jiwani : Anak mulai banyak melihat dan bertanya, fantasinya berkurang karena melihat kenyataan, ingatan kuat daya kritis mulai tumbuh, ingin berinisiatif dan bertanggung jawab.
Rohani : Anak mulai memasukkan dalam pikirannya tentang Tuhan mulai memisahkan konsep pikiran tentang Tuhan dengan orangtuanya.
Sosial : Kegiatan anak mulai berkelompok dan mengarah pada tujuan tetapi masih egosentris,
kegiatannya hanya satu jenis dan mulai membuat "Gang" dengan kompetisi tinggi.
GDH – Suyatno

3. Permasalahan Kesehatan Anak Usia Sekolah

1.Penyakit Menular Pada Anak Sekolah:
•Penyakit yang cukup mengganggu dan berpotensi mengakibatkan keadaan bahaya hingga mengancam jiwa.
•Sekolah adalah merupakan tempat yang paling penting sebagai sumber penularan penyakit infeksi
pada anak sekolah.
•Penyakit menular tsb adalah: Demam Berdarah Dengue, Infeksi Tangan Mulut, Campak, Rubela
(campak jerman), Cacar Air, Gondong dan infeksi mata (Konjungtivitis Virus). GDH – Suyatno


2. Penyakit Non Infeksi pada Anak Sekolah
a. Alergi Pada Anak Sekolah
b. Infeksi Parasit Cacing:
prevalensi penyakit cacingan sebesar 60-70%.kasus infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) sekitar 25 - 35 persen dan cacing cambuk (Trichuris trichiura) 65 - 75 persen.Resiko tertinggi terutama kelompok anak yang mempunyai kebiasaan defekasi di saluran air terbuka dan sekitar rumah, makan tanpa cuci tangan, dan bermain-main di tanah yang tercemar telur cacing tanpa alas kaki. GDH – Suyatno
c. Gangguan Pertumbuhan
Sering disebut gagal tumbuh atau “Failure to
thrive”
Penyebab yang paling sering adalah:
ketidaknormalan pada sistem saluran cerna, diantaranya adalah malbsorbsi atau gangguan enzim pencernaan sehingga intake tidak edekuat.
Infeksi: HIV,TBC, Infeksi saluran kencing
Penyebab yang agak jarang adalah Ketidaknormalan kromosom seperti Down syndrome
dan Turner's syndrome ,Gangguan sistem organ besar (mayor) seperti jantung,
ginjal, otak dan lainnya, Ketidaknormalan sistem hormon (kekurangan hormone tiroid, kekurangan hormon pertumbuhan, hormone Pituitary, Diabetes, adrenal),Kerusakan otak atau susunan saraf pusat, akan menyebabkan gangguan kesulitan makan dll
GDH – Suyatno

B. Faktor yang Perlu Diperhatikan Mengenai Gizi Anak Sekolah
1. Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.
Anak Sd yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakan untuk perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.
Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu : fisik dan mental anak. Karena tentunya fisk dan mental merupakan sesuatu yang berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga akan gizi sangat berpengaruh disini.
2. Selalu Aktif.
Semakiin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka Nutrisi dan energi juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk belajar mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan energi yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.
Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.
3. Perubahan Sikap Terhadap Makanan.
Anak Usia Sd tidak dapat di tebak, apa selera makan yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya harus digalakan.
4. Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.
Ya telah terbukti, anak usia sekolah sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa pertumbuhan. Kriteria makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah makanan yang banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga menarik anak untuk mengkonsumsinya.

C. Hubungan Status Gizi dan Prestasi Belajar Siswa
Pengaruh makanan terhadap perkembangan otak, apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan
metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil. Jumlah sel dalam otak berkurang
dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak (Anwar, 2008).

D. Hal yang Mempengaruhi Perkembangan Kecerdasan
Ada 3 hal yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak ,yaitu :
Genetik
• Faktor genetik merupakan potensi dasar dalam perkembangan kecerdasan.
Tetapi faktor genetik bukanlah yang terpenting.
• Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan dari ke 3 faktor tsb yang berperan lebih besar.
• Setiap mahluk hidup mempunyai masa pertumbuhan otak yang berbeda.
• Pada manusia masa cepat tumbuh otak terjadi pada masa kelahiran Þ 18 bulan.
• Jumlah sel otak pada waktu lahir Þ 66 % padahal berat otak baru 27 %.
• Masa rawan otak bisa terjadi di berbagai fase.
• Otak paling rentan thd kurang gizi Þ masa cepat tumbuh (mggu 30), usia kehamilan dan 18 bulan sesudah lahir.

Lingkungan
• Anggapan lain Þ faktor sosial dan lingkungan penting dalam menentukan kecerdasan anak
• Secara teori faktor sosial dan lingkungan ini berperan kecil bila kekurangan gizi
terjadi pada masa cepat tumbuh otak, karena kekurangan yang terjadi pada masa tsb bersifat irreversible (tidak dapat pulih).

Gizi
Gizi menentukan karakter pertumbuhan
• Pertumbuhan anak sehat dan normal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya.
• Pertumbuhan ini sangat berpengaruh oleh intake zat gizi yang dikonsumsi dalam
bentuk makanan.
• Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanifestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar.
• Fisik Þ indikator utk mengukur status gizi.
• Anak-anak dari tingkat sosial ekonomi rendah sangat rawan terhadap gizi kurang,
• Pola pertumbuhan yang secara rasial dulu dianggap pendek terbukti bisa diperbaiki dengan konsumsi gizi yang baik.
• Survei di Jepang tahun 1982 Þ remaja pria usia 14 tahun yang lahir sesudah PD
II mempunyai tinggi badan 7,6 cm lebih tinggi di bandingkan dengan mereka
dilahirkan sebelum PD II. Peningkatan disebabkan oleh konsumsi protein hewani.


Gizi untuk Menunjang Aktivitas Sekolah

Agar tetap fit janganlah meninggalkan sarapan pagi. Bila tidak sarapan, kadar gula darah turun padahal merupakan energi utama bagi otak. Dampak negatifnya adalah ketidak seimbangan sistem syaraf pusat diikuti :
1. Pusing
2. Badan gemetar
3. Rasa lelah, berkeringat dingin
4. Gairah belajar menurun.



Jajan bagi anak-anak merupakan fenomena yang menarik untuk ditelaah karena berbagai hal :

1. Upaya Pemenuhan energi membuat aktivitas sekolah yang tinggi
2. Menumbuhkan kebiasaan penganekaragaman pangan sejak kecil
3. Memberikan perasaan meningkatnya gengsi anak di mata teman-temannya


















BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari makalah ini kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut ;
Kebutuhan energy anak sekolah(10 – 12)lebih besar dari pada sebelumnya karena pertumbuhan lebih cepat,terutama penambahan tinggi badan.
Faktor yang perlu diperhatikan mengenai gizi anak sekolah yaitu : usia sekolah adalah usia puncak pertumbuhan, selalu aktif, perubahan sikap terhadap makanan dan tidak suka makanan-makanan yang bergizi.
Makanan yang tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal.
3 hal yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak ,yaitu :genetic,lingkungan dan gizi.

B.SARAN
Saran yang dapat kami berikan yaitu sebagai berikut :
Sebaiknya para orang tua lebih memperhatikan status gizi pada anak usia sekolah,karena pada masa ini adalah masa pertumbuhan tinggi badan dan kecerdasan otak.
Sebaiknya orang tua lebih memperhatikan perilaku anak usia sekolah ketika jajan waktu sekolah.






DAFTAR PUSTAKA

Suyatno.1995.Gizi Anak Sekolah
http://freedownloadbooks.net/kebutuhan-nutrisi-untuk-anak-sekolah-dan-remaja-pdf.html
Noname.2010. 4 Faktor Yang Perlu Diperhatikan Mengenai Gizi Anak Usia Sekolah
L.Balia,Roosita.2008. Kebutuhan Nutrisi Anak untuk Pertumbuhan dan Perkembangannya

Sayogo,Savitri.2008.Kebutuhan Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar